Minggu, 18 November 2012

Cara Aman Menghadapi Si Posesif


Punya pasangan yang posesif bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian orang. Selain merasa spesial akan perhatian berlebihan yang diberikan juga menjadi patokan kesetiaan dan pembuktian cinta yang besar. Namun ada banyak orang yang merasa terganggu dan cari pasangan online dengan fakta ini. Bagaimana menghadapinya?

Menurut Psikolog Zoya Amirin yang ditemui, Sabtu (6/10/2012) di Hotel Marriot, Jakarta, posesif saat pacaran masih bisa ditolerir, karena jika sudah dirasa tidak cocok, hubungan bisa langsung diakhiri. Yang berat adalah ketika posesif yang mengganggu terjadi di masa pernikahan.

"Kalau sudah married, then you have to work things out, sedangkan kalau masih pacaran ya bisa langsung udahan, tapi kebanyakan orang lebih dengerin hati daripada otaknya," ujarnya.

Zoya menyarankan untuk bertanya baik-baik kepada pasangannya, apa yang bisa dilakukan agar ia tak lagi merasa insecure dalam hubungan. Apa yang membuat pasangan nyaman untuk menjalani? Apa yang membuat ia makin percaya dengan diri Anda? Hingga bagaimana cara cari pasangan online yang harus dilakukan bersama agar rasa percaya ini semakin tumbuh dan kuat?

Jika hal-hal ini sudah dibahas baik-baik, maka langkah berikutnya adalah membuat komitmen yang konsisten dijalani. "Anggaplah sudah dijalani, ya jangan diulang lagi. Misalnya kalau sudah ngabarin, jangan jadi gila sendiri lagi. Harus konsisten sama janji yang sudah dibuat. Kalau dulu ngomelnya banyak, sekarang jadi sedikit karena saling mengabari," ujar Zoya menjelaskan.

Akan selalu ada konflik emosi yang besar dari si posesif maupun yang diposesifkan. Bertahan dengan sifat tersebut ditunjang segala kesabaran dari kedua pihak, atau mengikuti logika, dimana jika sudah tidak nyaman, maka hubungan disudahi dan cari pasangan online. Semua dikembalikan kembali pada pasangan yang menjalankan.